Viral video Beredar, Biaya Persalinan Membengkak di RSUD Arjawinangun
Pada saat proses administrasi tersebut yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan baik mandiri maupun PBI, maka punya waktu 3 hari untuk mengurus proses administrasi, maka bsrjalanlah proses itu.
Di pertengahan jalan memang UHC di Kabupaten Cirebon kosong kuotanya, sehingga yang bersangkutan harus melakukan pendaftaran atau pembayaran secara pribadi.
Kemudian pada tanggal 11 Juni 2024, alhamdulillah si ibu ini melahirkan secara normal. Ibu dan anak dalam kondisi sehat. Tidak ada penanganan khusus.
Kemudian pada tanggal 13 Juni 2024 pagi, ibu dan bayinya sudah diperbolehkan untuk pulang. Maka pihak RSUD menghubungi keluarganya untuk proses administrasi, karena tadi kuota UHC sudah habis, sehingga pihak keluarga mau tidak mau harus melakukan pembayaran administrasi secara pribadi.
Maka kasir menyampaikan rincian biaya yang harus dibayarkan oleh pihak keluarga.
Pada saat itu yang diberikan oleh kasir adalah tulisan tangan bukan billing atau nota resmi dari RS, pihak keluarga terkejut karena total biaya hingga Rp. 17 juta.
Dengan rincian sebagai berikut, bayi tanggungannya senilai Rp, 3.597.127, ibunya senilai Rp. 12.094.230, penangan IGD senilai Rp. 1.666.804 jadi totalnya Rp. 17.357441.
Pihak keluarga kaget, dan menanyakan kepada kasir, apakah betul total yang harus dibayarkan hingga Rp. 17 juta lebih?.
Padahal istri saya melahirkannya normal, tidak Caesar. Tidak ada perawatan khusu dan kelasnya pun kelas tiga.
Kenapa bisa sampai sebesar itu tagihannya.
TONTON JUGA
Kasir menjawab, tadi sudah ditanyakan dan ini tagihan yang harus dibayarkan.
Tidak mendapatkan jawaban yang puas dari kasir, sehingga komunikasi dengan saya.
Tolong minta rincian tagihannya kepada kasir, bapaknya minta rinciannya kepada kasir.
Bapaknya bertanya kepada kasir, Pak Minta rinciannya betul nggak sebesar itu dan ada kesalahan tidak?, namun jawaban dari kasir tidak boleh, kalau di print berarti bapak sudah bayar.
ya sudah kalau tidak boleh, tolong fotokan saja total rinciannya atau di videokan layar sistemnya.
Namun kata kasir tetap tidak boleh.
Ini menjadi pertanyaan, pada saat itu posisi saya jauh, ada temannya bapak dari bayi tersebut dan coba dampingi sekitar tiga orang datang ke bagian MOD,
Ditemui oleh pihak MOD, dan ada pembicaraan klarifikasi total administrasi hingga 17 juta tersebut, pihak RS akhirnya memberikan diskon, dari 17 juta menjadi sekitar 13 juta.
Namun, pihak keluarga masih penasaran dengan biaya administrasi tersebut, dan masih Komunikasi dengan saya.
Pada waktu malam, saya meluncur ke RSUD Arjawinangun untuk mengecek klarifikasi, tentang benarkah ada diskon dari 17 juta menjadi 13 juta. Kok bisa rs memberikan harga diskon.
Bertemu dengan kawan saya dan datang menghadap MOD, dan di situ disampaikan klarifikasi kembali, dan saya menanyakan apakah betul biaya administrasi mencapai 17 juta rupiah ini dan turun memjadi 13 juta?.
Pasien dirawat di ruangan kelas 3, 4 kasur pasien dalam satu ruangan dan tidak ada pembatas atau gorden, adanya kipas angin. Kondisi kamar panas dan pengap.
Jika melihat kondisi kamar dan totalan biaya semahal itu kah kamarnya?
Jawaban dari MOD, jni ada double billing, adanya ketidak sinkronisasi antar shift yang sebelumnya dan yang sedang berjalan, alasanya diluar tadi.
Kenapa bisa di RS bisa terjadi double billing? Sehingga saya minta pada malam itu untuk membawa pulang ibu dan bayinya.
Untuk urusan administrasi saya tetap ingin mempertanyakan secara detail, berapa rincian yang detail dan dari 17 juta menjadi 13 juta.
Pada malam itu, pihak RS memperbolehkan pulang, setelah pulang, pihak RS mengajak bapak dari bayi tersebut ke kasir.
Bapaknya ini harus menandatangani perjanjian, mengakui dan akan membayar sebesar 13juta.
Dan saya ikut melihat dan membacar, saya bertanya mana rincian yang 13 jutanya. Pihak RS tetap tidak mau memberikan nilai rincian tersebut, maka kami putuskan tidak mau menandatangani perjanjian tersebut.
Lalu dengan mendesak dan meminta rinciannya, lalu dikasih rincian lewat foto di layar monitor sistem informasi RS.
Namun layanan foto yang dihasilkan tidak jelas, samar samar itu keliatan ada angka 8 juta.
Dari peristiwa ini menjadi pembelajarn kita, ini patut dicurigai dan di waspadai, ada permainan di RS. Karena proses persalinan normal dan tidak ada pelayanan khusus.. (DM1)
