Antrian Panjang Truk Sampah di TPAS Gunung Satri, DLH Jelaskan Penyebabnya

Sekretaris Dina Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, H. Fitri Suharyono, saat dikonfirmas di ruang kerjanya, Rabu, (18/6). (Dok.Afif/Divi)

CIREBON, (divipromedia.com) — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon memberikan penjelasan terkait terjadinya antrean panjang kendaraan truk pengangkut sampah di pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Satri, Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon dalam beberapa hari terakhir.

Sekretaris DLH Kabupaten Cirebon, Fitro Suharyono, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (18/6), membenarkan bahwa antrean kendaraan truk sampah telah terjadi selama lima hari terakhir. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah, khususnya wilayah barat Cirebon.

“Benar, terjadi antrean kendaraan truk pengangkut sampah di pintu masuk TPAS Gunung Satri. Hal ini disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, dari empat unit alat berat ekskavator yang dimiliki, dua unit mengalami kerusakan. Kedua, adanya pengalihan rute pengangkutan sampah dari wilayah timur Cirebon ke TPAS Gunung Satri,” ujar Fitro.

Fitro menjelaskan, seharusnya satu unit truk pengangkut sampah dapat melakukan dua hingga tiga kali pengangkutan per hari. Namun akibat kendala tersebut, aktivitas pengangkutan hanya dapat dilakukan satu kali per hari.

“Kondisi ini tentu menghambat ritme pelayanan kebersihan. Namun, kami menargetkan dalam beberapa hari ke depan kondisi akan kembali normal seiring dengan upaya perbaikan alat berat yang sedang dilakukan,” tambahnya.

Terkait dengan pengalihan rute dari wilayah timur, Fitro menyebutkan bahwa TPAS Kubangdeleg yang seharusnya menjadi tujuan pembuangan sampah dari wilayah tersebut mengalami kendala akses jalan.

“Jalan menuju TPAS Kubangdeleg saat ini dalam kondisi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan. Oleh karena itu, untuk sementara, truk-truk dari wilayah timur dialihkan ke TPAS Gunung Satri, dan kita pastikan beberapa pekan kedepan berjalan normal kembali, artinya kita melaksanakan perbaikan akses jalan tersebut”, jelas Fitro.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan bahwa langkah-langkah penanganan telah dan terus dilakukan agar pelayanan kebersihan di wilayah Kabupaten Cirebon tetap optimal, pungkas Fitro. **(Afif/divi)

Pasang Iklan di Divi Pro Media