Antusias Masyarakat : Menyasikan Film Ajian Kemat Jaran Guyang di CSB XXI Cirebon

Menyasikan Film Ajian Kemat Jaran Guyang

“Horror dan komedinya pas banget. Nggak nyesel nonton”, tutur, Salah satu Mahasiswi di Fakultas Cirebon, Wawan (24), asal Yogyakarta,

“Karya lokal yang menginspirasi. Semoga makin banyak film seperti ini.”, tutur Salah satu Mahasiswi di Fakultas Cirebon, Maya (27), asal Bali.

Ajian Kemat Jaran Guyang bikin saya ketawa sekaligus merinding. Luar biasa”, kata, Salah satu Mahasiswi di Fakultas Cirebon, Rizki (25), asal Medan.

“Film yang membanggakan. Ceritanya kuat dan kental dengan nuansa lokal.”, tutur salah satu karyawan swasta di Cirebon, Ika permata (27), asal Makassar.

“Horor dan komedi, kombinasi yang tidak biasa tapi berhasil di film ini.” – Pedagang sembako Dina (36), asal Malang.

“Saya suka plot twist-nya. Seru dan bikin penasaran!”, unjar, Mahasiswa Yusuf, (22), asal Palembang.

“Aktornya memerankan karakter dengan sangat baik. Salut!”, tutur, pedagang fashion Anwar (32), asal Pontianak.

TONTON JUGA

“Latar belakang ceritanya sangat kental dengan budaya Cirebon. Wajib nonton!”, ujar, Mahasiswi di salah satu Fakultas Cirebon, Yuni (23), asal Semarang.

“Penggabungan horor dan komedi yang brilian. Bikin merinding tapi ketawa.” Tutur, salah satu Mahasiswa fakultas Cirebon, Arif (21), asal Banjarmasin.

“Ini baru film Indonesia yang beda dari biasanya. Kreatif dan menghibur”, unjar, salah satu mahasiswi fakultas Cirebon, Lia (22), asal Balikpapan.

“Cerita rakyat Cirebon yang diangkat ke layar lebar. Inovatif!” M, ujar, salah satu mahasiswa, Eka (24), asal Pekanbaru.

“Film ini memberikan warna baru di dunia perfilman Indonesia. Thumbs up!” tutur, salah satu mahasiswi di fakultas Cirebon, Agus (23), asal Manado.

“Sebuah karya seni yang tidak hanya menghibur tapi juga mendidik.”, tutur, pengusaha di wilayah Cirebon Hendra (45), asal Batam.

“Saya dan keluarga sangat menikmati film ini. Lucu dan menyeramkan!”, unjar Ujang (37), asal Indramayu.

“Kombinasi horor dan komedinya sangat pas. A must-watch!”, Pengusaha online di wilayah Cirebon, Farid (36), asal Tasikmalaya.

“Bangga dengan film karya anak daerah yang mengangkat budaya lokal. Sukses selalu!”, Ujar, pedagang fashion, Irma (40), asal Padang

” Ga bakal menyesal, untuk nonton film ini. Bakal terhibur dan merasa bangga karya lokal bisa masuk dan di tayangkan bioskop. Buka hal, yang mudah untuk prosesnya, semoga sukses “,tutur Andika (34), asal Majalengka. (DM1)

Pasang Iklan di Divi Pro Media