Presiden Prabowo Targetkan RI Bebas Impor BBM
JAKARTA, (Divipromedia.id) – Prabowo Subianto menyampaikan optimisme Indonesia bisa menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa tahun ke depan. Target ambisius ini sejalan dengan percepatan transisi energi bersih melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan penutupan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik pertama di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Presiden Prabowo mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan lompatan besar di sektor energi dan transportasi, termasuk rencana produksi massal sedan listrik pada 2028. Ia juga menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan sebagai tulang punggung energi nasional.
“Kita sudah putuskan program elektrifikasi 100 gigawatt. Ini yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun. Ke depan tidak boleh ada lagi pembangkit listrik yang menggunakan diesel atau solar,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah akan menutup sedikitnya 13 unit PLTD milik PLN. Langkah ini diyakini mampu menekan konsumsi BBM secara signifikan.
Prabowo menyebut, penutupan PLTD dapat menghemat hingga 200 ribu barel BBM per hari, atau sekitar 20 persen dari total impor saat ini yang mencapai 1 juta barel per hari.
“Dengan penutupan PLTD, kita bisa langsung menghemat 20 persen. Ditambah program 100 gigawatt, penghematannya akan sangat besar. Mungkin dalam 2–3 tahun ke depan kita tidak perlu impor BBM sama sekali,” ujarnya optimistis. ***
